Latihan Survival Tempur Koopsau Tahun 2019

Latihan Survival Tempur Koopsau Tahun 2019

TNI AU

Portal Komando Makassar , Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsda TNI Henri Alfiandi bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara pembukaan Latihan Survival Tempur Koopsau II Wanatirta Yudha tahun 2019, bertempat di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa(19/3/2019).

Upacara tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono, Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Andi Heru Wahyudi, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Hendrikus Haris Haryanto, Para Pejabat Makoopsau II, Para Pejabat Kosekhanudnas II, Para Pejabat Lanud Sultan Hasanuddin, Para perwira, Bintara, Tamtama dan Para Pelaku Latihan Survival dari seluruh Lanud Jajaran Koopsau II.

Dalam Latihan Survival ini Pam Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019 di Koopsau II selaku Pimpinan Umum Latihan adalah Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi, Wakil Pimpinan Umum Latihan adalah Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono sedangkan yang bertindak selaku Direktur Latihan adalah Asops Kaskoopsau II Kolonel Pnb Mochammad Untung Suropati, S.E., Wakil Direktur Latihan adalah Kalambangja Koopsau II Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han).

Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi dalam amanatnya mengatakan bahwa sebagai Kotama Operasional dan Pembinaan TNI AU, Koopsau II senantiasa dihadapkan dengan berbagai tugas yang tidak ringan. kompleksitas tuntutan tugas Koopsau II ini, tentunya perlu disikapi dengan kesiapan operasional satuan yang tinggi baik satuan itu sendiri maupun personel yang mengawaki satuan tersebut. oleh karena itu, berbagai kegiatan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit, menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan, salah satunya adalah latihan Survival Tempur yang diperuntukkan bagi para awak pesawat terbang.

Latihan yang akan diselenggarakan dari tanggal 18 sampai dengan 21 maret 2019 ini, dilaksanakan di Daerah Morowali Sulawesi Tengah, dengan tema “Ooopsau II melaksanakan latihan suvival tempur Wanatirta Yudha TA. 2019 di wilayah Koopsau II guna meningkatkan kemampuan survival awak pesawat demi terwujudnya kesiapan dan kesiapsiagaan operasional dalam rangka menjamin keberhasilan tugas Koopsau II”.

Lebih lanjut Pangkoopsau II mengatakan bahwa latihan ini bertujuan memberi bekal kemampuan khusus bagi para awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat, baik di darat maupun di air dikarenakan pesawat yang diawakinya mengalami accident di daerah musuh. latihan juga sekaligus untuk melatih dan menguji kemampuan fisik dan mental awak pesawat agar mampu survive menghadapi situasi darurat di daerah operasi sampai dengan mendapatkan dukungan dan pertolongan melalui evakuasi udara.

Pada latihan kali ini, saya telah menginstruksikan kepada komando latihan agar skenario latihan dibuat se riil mungkin untuk dapat memberikan bekal teori dan praktek kepada seluruh pelaku guna meningkatkan kewaspadaan, taktik dan teknik penyelamatan diri serta kemampuan bertahan hidup di wilayah operasi yang memiliki tingkat kerawanan dan bahaya yang besar, Kata Alumni AAU Tahun 1988 ini.

Pada akhir amanatnya Pangkoopsau II memberikan beberapa penekanan yang berkaitan dengan berlangsungnya latihan ini untuk diperhatikan, sebagai berikut :

Pertama, setiap peserta harus selalu mengikuti petunjuk dan memahami seluruh materi yang diberikan para pelatih, serta memperhatikan prosedur yang berlaku.

Kedua, latihan survival ini saya nilai cukup beresiko, oleh karena itu perhatikan faktor keamanan materil dan personel baik perorangan maupun kelompok agar tetap menjadi perhatian dan dicermati secara seksama. persiapan yang matang sangat penting, utamanya kesiapan fisik dan mental dari seluruh personel yang terlibat latihan.

Ketiga, laksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh, jangan menganggap remeh hal sekecil apapun, adakan kerjasama dan koordinasi, baik antar sesama peserta latihan maupun antara peserta dengan pelatih. ciptakan situasi latihan yang kondusif sehingga memungkinkan seluruh peserta latihan dapat melaksanakan seluruh tahapan latihan dengan baik.

Keempat, berkaitan dengan lokasi latihan yang sebagian besar merupakan lahan milik instansi lain. saya minta agar para peserta latihan lebih pandai dalam melaksanakan seluruh rangkaian latihan, sehingga tidak merusak lingkungan yang menjadi daerah latihan.

Kelima, adakan koordinasi dengan masyarakat dan aparat setempat baik tni/polri berkaitan dengan adanya sesi latihan yang memerlukan ledakan agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat setempat. Pungkas Perwira Tinggi berpangkat bintang dua ini. ( Dodik )