Doa Syukur Lintas Agama Bersama Masyarakat, Pemerintah, TNI Dan Polri Di Kab. Keerom

TNI AD

PK,.KEEROM,.—-Senen, 16 September 2019 Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw ( Danyon ) Mayor Inf Ari Sutrisno S.I.P Menghadiri Doa Syukur Lintas Agama bersama Masyarakat, Pemerintah, TNI dan POLRI bertempat di kantor otonom, Jln. Panca Bhakti Swakarsa Kp. Asyaman, Distrik Arso, Kab. Keerom.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Muh. Markum, SH, MH, MM (Bupati Keerom) dan diikuti sekitar 100 orang, turut hadir dalam kegiatan diantaranya :
a. AKBP Muji Windi Harto, S.IK, MH (Kapolres Keerom).
b. Letkol Inf Wira Muharromah, SH (Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 509/BY).
c. Mayor Inf Ary Sutrisno (Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 300/BJW).
d. Mayor Inf. Doni Gredinand S.H (Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST).
e. Mayor Inf Lodewik Woria (Pabung Kodim 1701/JPR wilayah Kabupaten Keerom).
f. Lettu Jupri Al Rasid (Wadan Ramil 1701-04/Arso).
g. Drs. Minggu Bandua (Ka Kesbangpol Kabupaten Keerom).
h. Pdt. Karel Sapomena, S.Th (Ketua FKUB Kabupaten Keerom).
i. Pdt. Frans Mambrasar, S.Th (Ketua Klasis GKI Kabupaten Keerom).
j. KH. Mahfud Muhdhor (Ketua MUI Kabupaten Keerom).
k. Isak Yunam (Wakil Ketua Dewan Adat Keerom).
l. Para SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Keerom.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang di ikutin seluruh undangan.

Kemudian Pembacaan Doa Syukur Lintas Agama oleh Pdt. Karel Sapomena, S.Th (Ketua FKUB Kabupaten Keerom / Tokoh Agama Kristen), KH. Mahfud Muhdhor (Ketua MUI Kabupaten Keerom / Tokoh Agama Islam) dan I Made Hartana (Tokoh Agama Hindu).

Laporan Ketua Panitia oleh Iptu Jalludin (Kasat Lantas Polres Keerom), yang intinya :

1) Kegiatan Doa Syukur Lintas Agama Bersama Masyarakat, Pemerintah, TNI dan Polri di Kabupaten Keerom Tahun 2019 sekaligus dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Perhubungan Nasional dan Polantas Ke-64 tingkat Kabupaten Keerom.

Baca Juga :  Bahas Penanganan Covid-19, Pangdam IX/Udyana Ikuti Vidcon dengan Menko Marves RI dan Menko Polhukam RI

2) Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan YME bahwa situasi Kamtibmas di daerah Kabupaten Keerom dalam keadaan aman dan kondusif serta membangun kesadaran masyarakat agar tidak membeda-bedakan Suku, Ras, Agama dan saling bersinergi antara satu dengan yang lainnya sehingga dapat tercipta kerukunan yang harmonis.

3) Kegiatan Doa Syukur Lintas Agama untuk mewujudkan Keerom yang damai sebagai wujud rasa syukur dalam semangat Tamne Yisan Kefase guna memperkokoh keutuhan NKRI.

Penampilan tarian Sanggar Abisau Group dari Putra/Putri Kabupaten Keerom.

Sambutan oleh Pdt. Karel Sapomena, S.Th (Ketua FKUB Kabupaten Keerom), yang intinya :
1) Kita patut mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena sampai dengan saat ini di daerah Kabupaten Keerom situasinya dalam keadaan aman dan tentram.

2) Kami mengajak kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kerukunan antar umat beragama karena kerukunan adalah sesuau yang sangat indah serta mari kita menjaga kebersamaan dan persadauraan antar masyarakat.

3) Kami dari Tokoh Kerukunan Umat Beragama berharap kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga kerukunan dan persaudaraan antar sesama di Kabupaten Keerom.

4) Mari kita semua bergandengan tangan untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di tanah Keerom supaya kehidupan masyarakat tetap damai dan aman.

Sambutan oleh Muh. Markum, SH, MH, MM (Bupati Keerom), yang intinya :

1) Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom menyambut baik kegiatan Doa Syukur Lintas Agama Tahun 2019 sebagai forum silaturahmi antar Pemuka Agama, Forkopimda dan Masyarakat di Kabupaten Keerom.

2) Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana penyamaan persepsi terhadap berbagai upaya dalam mengatasi persoalan kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Baca Juga :  Hasil TMMD 105 di Bedarou Indah Sudah Tampak

3) Persoalan kehidupan bermasyarakat saat ini telah mengalami dinamika yang cukup menyita perhatian di berbagai wilayah tanah air, marak terjadi benturan dan konflik terkait dengan hal tersebut sehingga hal ini kita harapkan bersama jangan sampai terjadi di daerah Kabupaten Keerom.

4) Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa telah terjadi peristiwa yang melukai hati masyarakat Papua terkait aksi persekusi dan rasis terhadap Mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang sehingga memicu terjadinya demonstrasi yang disertai aksi anarkis di berbagai daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk itu kita patut bersyukur karena situasi Kabupaten Keerom tetap aman dan kondusif saat ini.

5) Negara kita dihadapkan dengan banyaknya penyebaran Berita Hoax maka disini kami sangat berharap kepada semua pihak untuk tidak mudah terpancing isu dan menelan mentah-mentah Berita yang belum jelas kebenarannya sehingga kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian di tanah Papua khususnya Kabupaten Keerom.

6) Terkait dengan kondusifitas wilayah dan masyarakat di daerah tentunya tidak lepas dari peran serta segenap Elemen Terkait seperti Aparat Keamanan TNI-Polri, Para Pimpinan Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Ormas, Elemen Pendidikan serta segenap komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Keerom ini.

7) Kami mengajak kita sekalian untuk tetap menjaga kerukunan dan beragama, menjaga kedamaian dan keharmonisan antar Suku-Suku Bangsa di Kabupaten Keerom serta mari kita bersama-sama berkomitmen menyerukan semangat Keerom Damai sebagai suatu kesatuan Negara Republik Indonesia yang berdaulat sehingga mari kita satukan langkah dan pemikiran kita bersama guna mengatasi berbagai persoalan sosial dan moral di Kabupaten Keerom.

Pembacaan Ikrar Komitmen Bersama Keerom Damai oleh Sdr. Herman Amos (Perwakilan Mahasiswa Kabupaten Keerom), yang intinya :

Baca Juga :  Kasrem 081/DSJ : Menjadi Prajurit TNI, Tugas Mulia dan Kebanggaan

1) Kami elemen masyarakat Kabupaten Keerom sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan keberagaman Suku, Bahasa, Agama, Budaya serta Adat Istiadat dalam Doa Syukur Lintas Agama bersama Pemerintah Kabupaten Keerom sebagai wujud dan semangat Tamne Yisan Kefase guna memperkokoh keutuhan NKRI, maka dengan ini menyatakan :

a) Kami menolak Rasisme dan paham Radikalisme.
b) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kerukunan antar Suku, Ras dan Agama dengan penuh kasih sayang dan damai.
c) Tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar yang bersifat provokatif dan dapat mengancam keutuhan NKRI.
d) Mendukung pelaksanaan penegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu kepada oknum yang melawan hukum.
e) Menolak segala bentuk kekerasan, anarkis, narkoba dan minuman keras di Kabupaten Keerom.
2) Demikian pernyataan kami buat dalam Komitmen Bersama Keerom Damai.

Penandatanganan Komitmen Bersama Keerom Damai oleh Elemen Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama Kabupaten Keerom yang disaksikan oleh Muh. Markum, SH, MH, MM (Bupati Keerom) dan AKBP Muji Windi Harto, S.IK, MH (Kapolres Keerom).

Pelepasan Balon Merah Putih ke udara sebagai simbol Keerom yang damai.

Ungkap Komandan Satgas, Mayor Inf Ari Sutrisno S.I.P Bahwa di Indonesia terdiri beberapa provinsi dan bermacam macam Suku serta Agama, yang semuanya adalah berkat para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban mati matian membela indonesia, oleh karena itu sepatutnya kita jaga guna memperkokoh keutuhan NKRI sehingga tidak terjadi perpecahan, khususnya di tanah Papua.Selama kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of