Esra K. Sembiring : Semua WNI harus disamakan Wawasan Kebangsaan nya !.

TNI AU

Apa upaya yang bisa ditempuh oleh negara yang besar dan heterogen seperti Indonesia ini untuk mampu bertahan ditengah kecamuk kompetisi pertarungan ideologi politik global ?. Ketahanan Nasional yang kuat merupakan jawaban satu-satu nya. Lalu, mungkinkah ketahanan nasional yang kuat dapat dicapai bila pemahaman wawasan kebangsaan sebagian aparatur atau warga negaranya tidak sama, tidak selaras dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang tercerminkan pada ideologi negaranya ?.

Pertanyaan ini menjadi menarik karena polemik pro kontra adanya 5,5% pegawai KPK yang tak lolos ujian wawasan kebangsaan. Dari 1.351 pegawai yang mengikuti asesmen tes wawasan kebangsaan 75 orang di antaranya gagal. Tidak memenuhi syarat.

Dimana urgensinya ?.

Wawasan kebangsaan bukan merupakan sesuatu yang menarik untuk dibahas saat ini. Disinilah masalahnya. Globalisasi yang menembus batas-batas negara telah mengaburkan persepsi dan wawasan kebangsaan, sesuatu yang justru merupakan hal yang sangat esensial dalam mempertahankan eksistensi dan kedaulatan negara.

Kolonel Sembiring mengingatkan bahwa dunia saat ini dihadapkan dengan proxy war yaitu perang yang dilakukan oleh pihak ketiga tanpa keterlibatan langsung pihak yang berkepentingan.Dan tidak menutup kemungkinan bisa saja mengambil bentuk dalam dimensi yang belum terpikirkan. Sangat mungkin terjadinya polarisasi dalam pemahaman wawasan kebangsaan aparaturnya seperti sekarang ini adalah salah satu bentuk keberhasilan strategi proxy war nya. Celah politis yang bisa berdampak ideologis.

Apakah dapat dibenarkan pernyataan yang menyatakan adalah ” lebih penting memiliki aparat yang memiliki integritas dan kualitas yang tinggi, walaupun wawasan kebangsaannya ternyata tidak atau belum memenuhi persyaratan ?”.

Menurut Kolonel Sembiring, tuntutan terhadap pemahaman wawasan kebangsaan tidak saja bagi aparatur negaranya saja tapi juga kepada seluruh warga negaranya. Tuntutan yang logis dan wajar saja agar suatu negara tidak terperosok menjadi negara gagal. Meremehkan pentingnya kesamaan pemahaman wawasan nusantara bagi aparatur dan seluruh warga negaranya artinya sama saja dengan membiarkan potensi celah keretakan bangsa yang seharusnya dapat teratasi namun dibiarkan saja terjadi didepan mata, tegas sembiring.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of