Komnas HAM : Kini Aksi Mereka Sudah Bercirikan Teroris

Polhukam

Komnas HAM Perwakilan Papua memberi penilaian terkait aksi-aksi yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sudah bercirikan teroris. Meraka kini memiliki pola baru saat beraksi karena kerap mengincar warga sipil pendatang.

Dilansir dari laman JPNN.com, Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits B.Ramandey menerangkan, Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) saat ini terfragmentasi menjadi tiga kelompok besar. Yaitu, kelompok sipil bersenjata, kelompok yang dipelihara oleh korporasi dan kelompok yang berjuang untuk suksesi politik.

“Mereka sebelumnya tidak menyerang guru sipil, tapi sekarang ada pola baru menyasar masyarakat biasa,” ucap Frits saat dikonfirmasi, Rabu (29/9).

Dia sepakat apabila KKB dilabeli sebagai teroris. Bukan tanpa alasan, sebab kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang dilakukan kelompok ini di Kiwirok Pegunungan Bintang sudah dianggap melanggar HAM.

“Meskipun Komnas HAM keberatan terhadap pelabelan teroris terhadap mereka, kini aksi mereka memang sudah bercirikan teroris,” ucap Frits.

Kasus terbaru yang sedang ditangani oleh Komnas HAM adalah kekerasan di Kiwirok terhadap masyarakat dan tenaga kesehatan.

Dari keterangan lima orang korban yang datang ke Komnas HAM, aksi yang dilakukan KKB telah memenuhi unsur pelanggaran HAM, merujuk Undang-Undang Nomor 39 Pasal 1 poin 1.

“Aksi tersebut telah menghilangkan rasa aman, hak hidup dan merupakan tindakan serangan langsung terhadap tenaga kesehatan,” ucap Frits.

Pola yang dilakukan oleh KKB tersebut sama dengan penyerangan di Nduga pada April lalu yang menyerang guru. Komnas HAM Papua juga mengecam kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap pekerja kemanusiaan termasuk yang kerap terjadi di Maybart.

Editor : Agung Setiadi

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of