Letjen (Purn) Azmyn Yusri Nasution Merupakan Sosok Dibalik Patung Sejarah Penumpasan G30S/PKI di Markas Kostrad

Polhukam

PK,.JAKARTA,.–Letjen (Purn) Azmyn Yusri Nasution adalah sosok di balik patung-patung diorama penumpasan PKI. Hilangnya diorama itu disorot oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan dihubung-hubungkan dengan kebangkitan PKI.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sempat membuat pernyataan terkait di bongkarnya diorama di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, ia mengatakan bukti komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI. Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh pihak Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Dilansir dari laman Detik.com, Letjen (Purn) AY Nasution adalah orang yang memiliki ide menempatkan patung-patung tersebut di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Lalu, AY Nasution juga yang meminta patung-patung itu dibongkar karena alasan agama.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sempat membuat pernyataan terkait di bongkarnya diorama di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, ia mengatakan bukti komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI. Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh pihak Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Patung-patung itu menggambarkan sosok Soeharto, Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo, dan Jenderal AH Nasution. Tiga tokoh itu adalah penumpas PKI.

AY Nasution dikenal taat dalam beribadah, Pj Bupati Pakpak Bharat Asren Nasution pernah memberikan pernyataan di situs resmi Pemkab Pakpak Bharat, terkait sikap AY Nasution yang disiplin dalam beribadah.

“Beliau ini merupakan total militer karena ayah beliau juga seorang militer dan anaknya juga militer. Beliau itu Disiplin mulai dari jam olah raga, salat, istirahat, baca Al-Qur’an, dan lainnya semua tepat waktu sehingga menjadi teladan bagi kita,” ujar Pj Bupati Pakpak Bharat, dilansir situs Pemkab Pakpak Bharat dalam berita 3 Juli 2020.

Baca Juga :  Kemensos dan Berbagai Pemda Kirim Bantuan Untuk Korban Kerusuhan Wamena

AY Nasution merupakan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Dulu, dia menjabat sebagai Pangkostrad pada 2011, menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, yang saat itu diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Selain itu, ia juga pernah menjajal politik elektoral. Pada 2012, dia mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara lewat Partai Demokrat. Meski begitu, namun ia tidak lolos menjadi calon gubernur yang ditetapkan KPU Sumut saat itu.

Editor : Agung Setiadi

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of