PENGAMAT MILITER : Peluang Andika Perkasa Cukup Besar, Namun Peluang Yudo Margono Juga Terus Menguat Seiring Berjalannya Waktu

Polhukam

PK.Jakarta.–Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi memberikan analisanya terkait kandidat panglima TNI, (KSAD) Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono merupakan kandidat terkuat menurutnya

Khairul Fahmi mengatakan Andika Perkasa memiliki peluang besar untuk menjadi panglima TNI. Namun, peluang Yudo Margono juga terus menguat seiring berjalannya waktu.

“Jika pergantian panglima TNI dilakukan dalam waktu dekat peluang Andika memang cukup besar. Namun peluang Yudo Margono juga terus menguat seiring berjalannya waktu,” ujarnya kepada Wartawan, Selasa (14/9).

“Relatif tak ada masalah baginya (Yudo Margono) dan bagi organisasi TNI jika pergantian dilakukan sekarang ataupun menjelang masa pensiun Hadi Tjahjanto,” lanjutnya.

Secara politik, Fahmi menyebut, kebutuhan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini adalah mendapatkan para pembantu dengan loyalitas tanpa reserve, terutama untuk memuluskan agenda-agenda politik dan pemerintahan.

Menurutnya nya, tidak ada barrier dalam relasi antara Jokowi dan Yudo Margono. Namun hal itu sekaligus menunjukkan bahwa Yudo tidak punya endorser (pendukung) yang sangat kuat untuk menggaransi dirinya terpilih. Berbeda halnya dengan Andika Perkasa, yang menurutnya memiliki endorser kuat sekaligus barrier.

“Melalui sosok ayah mertuanya, Hendropriyono, maupun dari beragam pernyataan dukungan dari sejumlah politisi dan tokoh,” tuturnya.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, pergantian panglima TNI merupakan sebuah proses politik, di mana Presiden mengusulkan, lalu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menilai sebelum memutuskan setuju atau tidak setuju dengan pilihan Presiden.

“Yang tidak patut adalah jika para ‘bakal calon’ ini kemudian menggunakan instrumen atau kekuatan politik tertentu untuk memperkuat peluang untuk dipilih Presiden,” katanya lagi.

Pengusulan panglima TNI, merupakan hak dan kewenangan Presiden. Sepanjang tidak ada kebutuhan mendesak atau persoalan yang mengharuskan penggantian segera, hanya Presiden yang berhak menentukan waktu terbaik untuk mengganti panglima TNI dan mengusulkan calon penggantinya ke DPR.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pertama di Kalimantan

“Tak perlu ada kekhawatiran terkait kemampuan menyelesaikan masalah. Seorang panglima TNI tidak bekerja sendiri. Dia akan didukung dan ditopang oleh para staf dan komandan satuan di jajaran Mabes TNI maupun di tiap-tiap matra,” kata Fahmi. ”

Fahmi hanya berharap Presiden maupun DPR tidak terjebak pada citra dan reputasi yang disodorkan oleh para endorser, Presiden dan DPR harus melihat realitas secara jernih dan obyektif dalam menentukan pilihan.

Editor : Agung Setiadi

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of