TNI-Bea Cukai Bersinergi Amankan 11,3 juta Batang Rokok Ilegal

Polhukam

PK,.JAKARTA,.—Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama TNI berhasil mengamankan sebanyak 11,3 juta batang rokok ilegal dan sekitar 950 lembar pita cukai ilegal. Barang yang disita itu berasal dari tiga kasus sebagai hasil pelaksanaan operasi gempur 2021 di Tangerang, Cirebon dan Bekasi.

Dikutip dari situs resmi beacukai.go.id, Tiga kasus tersebut meliputi penindakan penyidikan terhadap sekitar 11,1 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai di Tangerang, penindakan sekitar 950 lembar pita cukai palsu di Cirebon serta penindakan sekitar 204.380 batang rokok tanpa dilekati pita cukai di Bekasi.

“Operasi penindakan ini terdiri dari tiga kasus,“ kata Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bahaduri Wijayanta dalam keterangan resmi, Rabu (8/9).

Penindakan yang ditindaklanjuti penyidikan di Tangerang pada periode 23 sampai 26 Agustus 2021 dilakukan oleh tim gabungan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pusat Bea Cukai dan Bidang P2 Kanwil Bea Cukai Banten bersinergi dengan personel BAIS TNI.

Tim berhasil melakukan penindakan yang ditindaklanjuti penyidikan atas dugaan tindak pidana cukai oleh tersangka LJ alias ST, dengan barang bukti sekitar 11,1 juta batang rokok jenis sigaret putih mesin berbagai merek produksi luar negeri, yang tidak dilekati pita cukai dan diduga rokok eks impor ilegal dari China.

“Estimasi nilai barang dari penindakan dan penyidikan yaitu sebesar Rp19,81 miliar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp17,91 miliar,” sebut Wijayanta.

Sementara itu, dari kegiatan penindakan di Cirebon, tim Direktorat P2 Kantor Pusat Bea Cukai bekerja sama dengan Unit P2 Kantor Bea Cukai Cirebon berhasil melakukan penindakan terhadap 950 lembar pita cukai palsu pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2021.

Baca Juga :  Up Date 25 Maret Covid 19 di RS Darurat Wisma Atlet : Daftar IGD 181,Positif Covid 9,ODV 41,PDP 94

Penindakan ini bermula dari informasi masyarakat yang dilanjutkan dengan penghentian dan pemeriksaan oleh tim terhadap mobil pickup berwarna putih di Jalan Muksin, Indramayu pada pukul 11.30 s.d. 13.00 WIB.

“Satu kendaraan yang digunakan mengangkut dan barang hasil penindakan kami bawa ke Kantor Bea Cukai Cirebon untuk dilakukan pemeriksaan. Terhadap satu orang supir juga kami mintai keterangan lebih lanjut,” ujar Wijayanta.

Penindakan oleh tim Direktorat P2 Kantor Pusat Bea Cukai juga dilakukan di wilayah Bekasi. Bersama dengan Unit P2 Kantor Bea Cukai Bekasi, tim gabungan berhasil melakukan penindakan terhadap 204.380 batang rokok jenis sigaret kretek mesin berbagai merek tanpa dilekati pita cukai pada hari Jumat tanggal 03 September 2021.

Kronologis penindakan berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikan terdapat kegiatan bongkar muat, penimbunan dan penjualan rokok yang diduga melanggar ketentuan di bidang cukai di daerah sekitar Jalan Cempaka Raya, Cikarang Barat.

Tim selanjutnya melakukan patroli operasi disekitar lokasi tersebut dan mendapati satu warung yang memajang dan menjual rokok illegal. Dari hasil pendalaman informasi diketahui pemilik warung menimbun sejumlah rokok ilegal di bangunan lain yang berada persis di belakang warung.

Atas informasi tambahan tersebut tim menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap barang yang berada di warung dan bangunan dimaksud.

“Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan 204.380 batang rokok ilegal dengan estimasi nilai barang hasil penindakan Rp208.467.600 dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp137.000.000. Seluruh barang hasil penindakan beserta satu orang terperiksa berinisial S selanjutnya dibawa dan diserahterimakan ke Kantor Bea Cukai Bekasi untuk diproses,” ungkap Wijayanta.

Penindakan dalam payung operasi gempur terhadap 11,3 juta batang rokok serta 950 lembar pita cukai ilegal ini menjadi bukti keseriusan Bea Cukai dan TNI dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya peredaran BKC ilegal.

Baca Juga :  Basarnas Evakuasi Sembilan Kantong

Operasi gempur juga diharapkan mampu mendorong permintaan konsumsi terhadap BKC legal sehingga mewujudkan penerimaan cukai yang optimal.

Editor : Agung Setiadi

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of