Densus 88 Temukan Bahan Peledak Jenis TATP Seberat 35 Milik Anggota JAD di Kaki Gunung Ciremai

Polhukam

PK Jakarta.—-Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menemukan Bahan peledak jenis TATP atau dikenal ‘Mother of Satan’ seberat 35 kg di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat. Bahan peledak itu diakui milik napi terorisme, Imam Mulyana, anggota jaringan Jamaah Anshart Daulah (JAD).

Imam Mulyana mengakui masih menyimpan bahan peledak di sekitar gunung ciremai, Densus yang mengetahuinya langsung melakukan pencarian selama berhari-hari dengan rute yang ada di hutan-hutan.

Tim Densus 88 baru menemukan bahan peledak itu pada ketinggian 1.450 MDPL di seputaran Blok Cipater, Desa Bantar Agung, Sindanwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Ditemukan 35 kg bom TATP dalam beberapa wadah terpisah. Ke-35 kg bom TATP itu terdiri dari stoples berisi 10 kg TATP murni, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri (besi bulat berukuran kecil), 4 kotak makan berisi TATP murni dan C1, serta setengah botol air minum besar berisi TATP yang sudah berubah warna.

Alhasil, bom TATP itu langsung dimusnahkan di sekitar lokasi penemuan. Saat diledakkan, bom itu menghasilkan ledakan yang dahsyat. Usai peledakan, Imam Mulyana mengaku tak mengetahui bahwa daya ledak dari bom tipe Triacetone Triperoxide (TATP) yang dimilikinya itu sangat besar.

Ledakan 50 gram TATP yang dimusnahkan di atas tanah, mengakibatkan lubang dengan diameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 20 cm. Adapun pemusnahan lainnya juga menimbulkan getaran hebat, lubang di permukaan tanah, pecahan batu, hingga tanah longsor.

Dilansir dari laman CNNIndonesia, Imam Mulyana mengaku bersyukur lantaran Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri dapat menemukan 35 kilogram bahan peledak yang dia sembunyikan dulu di sekitar Gunung Ciremai.

“Maka saya merasa terharu, saya merasa menyesal, saya merasa bersyukur bahwa barang tersebut dengan haqqul yakin saya serahkan kepada pihak yang berwenang. Kepada pihak yang bisa menanganinya,” kata Imam dalam rekaman video yang diterima CNNIndonesia dari Densus 88, Senin (4/10).

Baca Juga :  Otsus Adalah Harapan Bagi Orang Papua

Imam mengatakan bahwa dirinya melihat sendiri bagaimana proses peledakan atau disposal terhadap bom tersebut yang dilakukan oleh tim Densus. Ia tak menyangka bahwa barang tersebut sangat berbahaya sehingga dapat membahayakan orang banyak.

“Akan ada berapa banyak jiwa atau kerusakan yang akan terjadi,” jelasnya.

“Saya sendiri tidak menyangka bahwa ternyata sangat berbahaya sehingga ketika mendengar ledakan tersebut saya menangis,” tambahnya.

Sekedar informasi, Imam Mulyana merupakan narapidana terorisme yang ditangkap terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ia diringkus ketika Jokowi hendak menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX pada 2017 lalu di Tamah Gua Sunyaragi.

Usai Penangkapan, tim mengamankan sebuah koper berisi sangkur, airsoft gun, buku ajakan berjihad dan beberapa benda mencurigakan lain. (cnn/pk)

Editor : Agung Setiadi

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of