Menhub Minta TNI-Polri Bantu Mengawasi Turis Asing Karantina Di Bali

Polhukam

PK.Bali.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta bantuan TNI/Polri untuk mengawasi saat proses karantina sesuai dengan aturan yang dikeluarkan baik dari Kemendagri, Satgas Covid-19 dan Kemenhub.

“Karena kita tidak ingin ada penumpang yang keluar atau tidak mengikuti karantina. Potensi ini ada dan kita harus hati-hati mengawasi ini,” ujar Menhub dikutip dari siaran pers Kementerian Perhubungan.

Di Bali sendiri ada 11 hotel di kawasan pariwisata The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ditetapkan sebagai hotel karantina wisatawan mancanegara. Penetapan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali.

11 hotel tersebut adalah Melia Bali, Nusa Dua Beach Hotel and Spa, The Westin Resort Nusa Dua Bali, The Laguna a Luxury Collection Resort and Spa Nusa Dua dan Courtyard by Marriott Nusa Dua.

Ada pula Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Merusaka Nusa Dua, Novotel Bali Nusa Dua Hotel and Residences, Grand Hyatt Bali, Amarterra Villas Bali Nusa Dua serta Mercure Bali Nusa Dua.

Bandara Ngurah Rai, Bali membuka penerbangan internasional untuk 19 negara, yakni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria dan Norwegia.

Untuk mempersiapkan pembukaan penerbangan internasional untuk kegiatan pariwisata ke Bandara Ngurah Rai Bali, yang efektif mulai dibuka sejak 14 Oktober 2021 lalu, sejumlah simulasi telah dilakukan mulai dari 9 Oktober 2021.

“Saya mengapresiasi proses penanganan penumpang yang dilakukan mulai dari penumpang datang, melakukan tes PCR, imigrasi dan proses custom dapat dilakukan dengan relatif cepat dengan menggunakan teknologi QR Code yang sama,” jelas Menhub saat meninjau Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga :  NAMA INI BERPOTENSI MENJADI PEMIMPIN PILPRES 2024

Menhub menuturkan, perlu dilakukan sosialisasi dengan baik kepada para calon penumpang pesawat udara dari negara asal karena harus mendaftarkan diri sejak di negara asal. “Untuk itu saya berkoordinasi dengan Menlu agar para Kedutaan Besar di negara-negara asal yang saat ini berjumlah 19 negara bisa melakukan sosialisasi ini,” tutur Menhub.

Dalam tinjauannya, Menhub juga melihat fasilitas tes PCR dan ruang tunggu/holding penumpang. Ia mengungkapkan, saat ini di Bandara Ngurah Rai Bali memiliki kapasitas tes PCR yang mampu melakukan tes kepada 900 orang per jamnya. “Untuk kapasitas ruang tunggu/holding yang saat ini berkapasitas 300 orang, menurut saya perlu ditingkatkan paling tidak memiliki kapasitas 600-900 orang,” ungkap Menhub. (detik)

Editor : Agung Setiadi

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of