Satgas Satuan Organik Yonif Raider 514 Kostrad Bina Warga Batas Batu Papua

Satgas Satuan Organik Yonif Raider 514 Kostrad Bina Warga Batas Batu Papua

TNI AD

PK.Jakarta. Satgas satuan organik Yonif Raider 514 Kostrad menginjakkan kaki di daerah penugasan yang berlokasi di wilayah Kab. Ndugama sektor pengunungan tengah Papua.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satuan Organik Yonif Raider 514 Kostrad dalam rilis tertulisnya, di Pos Kotis Satuan Organik Yonif Raider 514 Kostrad. Kamis (22/09/2022).

Sejumlah 450 orang pasukan dibawah Pimpinan Dansatgas Mayor Inf Rinto Wijaya S.A.P., M.I.Pol., M.Han. tersebar di beberapa tempat sekitaran Kenyam kompleks dengan tugas pokok membantu tugas-tugas satuan kewilayah setempat seperti Kodim dan Koramil.

Salah satu Pos penugasan Satgas satuan organik Yonif Raider 514 berada di Kampung Batas batu dihuni sekitar 118 kepala keluarga yang mayoritas berasal dari suku Asmat pesisir.

Pigi ke hutan cari makan istilah yang acap kali terucap dari masyarakat OAP (orang asli papua) Batas batu dan memang Aktivitas keseharian mereka keluar masuk hutan untuk berkebun dengan pola-pola tradisional bahkan dikatakan primitif yang sudah mereka lakoni turun temurun dan hasil yang mereka peroleh secara ekonomis hanya mampu untuk sekedar makan bertahan hidup tanpa adanya perbaikan taraf hidup yang signifikan.

Seiring berjalanya waktu Kampung Batas batu menjadi wilayah potensial untuk penyaluran logistik dan material lainya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kab. Ndugama, kesulitan jalur transportasi untuk menjangkau wilayah pedalaman seolah menjadi masalah klasik yang sampai saat ini belum terjawab.

Letak kampung batas batu yang berada di pesisir sungai besar menjadi alternatif untuk pengiriman logistik dan material lainya dari Kab. Timika melalui jalur perairan yang selanjutnya disalurkan lewat transportasi darat dari Kampung Batas batu menuju daerah pedalaman Kab. Ndugama.

Beberapa pelabuhan tradisional Batas batu menjadi sumber income bagi masyarakat sekitar melalui jasa bongkar muat barang di pelabuhan.

Baca Juga :  Jelang Purna Tugas, Danbigif PR 3 Kostrad Kunjungi Yonif PR 433 Kostrad

Ucapan terima kasih dari tetua kampung Batas batu Bapak Daniel Menja selaku ketua adat Batas batu, berharap Bapak- bapak TNI yang berada di Pos Batas batu kedepan dapat membantu kesulitan yang dialami masyarakat, membina masyarakat dengan baik sehingga tercipta rasa aman dan damai ucapnya.

Namun hal ini sering menjadi pemicu konflik internal bagi masyarakat Batas batu akibat minimnya tata kelola sehingga mengakibatkan masyarakat saling berebutan dan amat sering menimbul cekcok sesama mereka.

Melihat situasi ini Satgas satuan organik Yonif Raider 514/SY khususnya Pos batu berupaya untuk menciptakan ketertiban untuk mencegah konflik antar masyarakat Batas batu, hal ini sejalan dengan tugas Satgas satuan organik Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad untuk membantu fungsi satuan kewilayahan yaitu “melaksanakan pembinaan kepada masyarakat” sehingga tercipta situasi yang aman dan tertib.

Atas inisisasi dari Danpos Batas batu Kapten Inf Iwan, Pos Batas batu berupaya untuk mengedukasi masyarakat melalui pertemuan dengan para tetua dan masyarakat setempat di Rumah Adat untuk mengatur kegiatan bongkar muat di pelabuhan dengan harapan kedepan tidak terjadi konfilk antar warga Kampung Batas batu.

Adapun hal-hal yang menjadi kesepakatan antar warga dari pertemuan tersebut adalah sebagai berikut :

• Mendata jumlah masyarakat Kampung Batas batu yang diperbolehkan sebagai tenaga bongkar muat di pelabuhan dan seminimal mungkin tidak melibatkan warga dari luar Kampung Batas batu

• Menunjuk salah satu mandor dari warga Batas batu untuk mengatur jadwal Bongkar muat bagi seluruh masyarakat sehingga tidak menimbulkan perselisihan dan rasa iri antar sesama warga.

• Untuk anak-anak usia sekolah tidak diperbolehkan untuk terlibat dalam Bongkar muat karena anak-anak harus sekolah di sekolah Rimba sehingga anak-anak mendapat pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Puluhan Motor dan Miras Diamankan Saat Razia Balap Liar di Jalingkut Brebes

• Sebagai warga yang mayoritas beragama Nasrani, Hari Minggu adalah waktu ibadah sehingga tidak diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat dipelabuhan untuk menghormati hari Minggu.

Diakhir pertemuan Pos Batas batu Satgas satuan organik Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Batas batu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan tertib dengan tetap mengedepankan SOP dalam pelaksanaan kegiatan teritorial. (Penkostrad).

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments