Gedung MA Dijaga Militer, Imparsial Mendesak Panglima TNI Untuk Menolak

Gedung MA Dijaga Militer, Imparsial Mendesak Panglima TNI Untuk Menolak

Polhukam

PK.Jakarta.LSM Imparsial kritik pengamanan gedung Mahkamah Agung (MA) oleh prajurit TNI. Imparsial memandang, tindakan MA itu tidak tepat.

Melansir dari Republika.co.id, Direktur Imparsial, Gufron Mabruri telah meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk mengambil sikap atas pengamanan di lingkungan MA tersebut.

“Mendesak Panglima TNI menolak penempatan prajurit TNI sebagai satuan pengamanan di lingkungan MA,” kata Gufron, Jumat (11/11).

Imparsial memandang penempatan prajurit TNI sebagai satuan pengamanan (satpam) di lingkungan kantor MA bakal menuai masalah. Pasalnya, Imparsial meyakini penempatan itu tak ada urgensinya.

“Kami memandang kebijakan MA untuk menempatkan TNI dalam satuan pengamanan di MA adalah kebijakan yang bermasalah, tidak memiliki urgensi, dan berlebihan,” jelas Gufron.

Gufron juga menyebut sangat berlebihan menggunakan prajurit TNI untuk melayani hakim MA dan bahkan memilah tamu yang diperbolehkan masuk gedung MA. Padahal tugas semacam itu bisa dilakukan satpam.

“Jika ada ancaman yang dihadapi oleh hakim agung, MA dapat meminta Polri untuk memperkuat keamanan,” ucap Gufron.

Selain itu, Gufron juga menduga ada maksud tertentu di balik penempatan prajurit TNI di kantor MA.

“Kami menilai penggunaan prajurit TNI sebagai satuan pengamanan sebenarnya tak lebih dari upaya MA untuk menutupi berbagai kelemahannya selama ini,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro mengatakan, lembaganya sudah melakukan evaluasi hingga akhirnya memutuskan menempatkan aparat TNI di kantor MA. Hal tersebut ditujukan guna meningkatkan keamanan di MA.

Pengamanan itu disebut Andi untuk mencegah masuknya orang-orang yang tidak jelas urusan kepentingannya ke kantor MA.

“MA mengadakan evaluasi tentang pengamanan yang selama ini dilaksanakan oleh pengamanan internal MA dengan dibantu oleh seorang kepala pengamanan dari TNI/militer karena menurut pengamatan belum memadai sehingga perlu ditingkatkan,” kata Andi. (republika)

Editor : Agung Setiadi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments