Polewali Mandar – Sebanyak 150 personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman mulai memasuki Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026).
Pergeseran pasukan tersebut menandai kesiapan pelaksanaan TMMD ke-127 yang akan segera dibuka secara resmi selasa 10 februari 2026 dan Bupati Polman dijadwalkan sebagai inspektur upacara.
Pasi Operasi Kodim 1402/Polman Kapten Inf Ahmad Yani, yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127, mengatakan bahwa pada hari ini personel Satgas mulai digeser menuju Pos Komando (Posko) TMMD yang berlokasi di Desa Bulo.
“Hari ini personel Satgas TMMD mulai melaksanakan pergeseran pasukan menuju Posko TMMD di Desa Bulo,” kata Ahmad Yani.
Ia menjelaskan, total personel Satgas TMMD ke-127 berjumlah 150 orang, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pelibatan masyarakat setempat.
Adapun rincian personel Satgas TMMD ke-127 meliputi Komando Satgas sebanyak 29 orang, tim asistensi dan penyuluh 9 orang, Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD 115 orang, serta pelibatan masyarakat sebanyak 25 orang.
Untuk unsur pasukan, Ahmad Yani menyebutkan personel berasal dari berbagai satuan, di antaranya dari Kodim 1402/Polman sebanyak 64 orang, Batalyon Infanteri 873/Vovasanggayu 50 orang, Lanal Mamuju 5 orang, Den AU Mamuju 2 orang, Denhubrem 2 orang, Denkes 2 orang, Denzibang 4 orang, Penrem 1 orang, Polres Polewali Mandar 16 orang, serta Pemda Polewali Mandar 4 orang.
“Total keseluruhan personel yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127 berjumlah 150 orang,” ujarnya.
Menurut Ahmad Yani, setelah pelaksanaan upacara pembukaan TMMD ke-127, seluruh personel Satgas akan ditempatkan dan tinggal di rumah-rumah warga selama masa pelaksanaan TMMD.
“Usai pembukaan TMMD, personel Satgas akan menempati rumah warga sebagai bentuk kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.
TMMD ke-127 merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, dengan tujuan mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses. (Zik)