Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam diplomasi internasional dengan menyiapkan 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional (ISF) di Gaza, Palestina.
Melansir dari beritasatu.com, Langkah ini disambut positif pengamat pertahanan, yang menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia dalam misi perdamaian multinasional.
Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai jumlah 8.000 prajurit TNI sudah ideal.
Menurut dia, angka tersebut proporsional dengan mandat ISF yang luas, termasuk pengawasan demiliterisasi, pembersihan 70 juta ton puing reruntuhan, hingga melindungi proyek rekonstruksi ratusan ribu rumah.
“Secara skala, angka ini proporsional mengingat mandat ISF yang sangat masif, yaitu mengawal demiliterisasi, mengamankan pembersihan 70 juta ton puing reruntuhan, hingga melindungi proyek rekonstruksi ratusan ribu rumah,” jelas Fahmi, Jumat (20/02).
Meski demikian, Khairul menyebut jumlah pasukan bisa bertambah menyesuaikan dinamika di lapangan.
“Keberhasilan operasi bergantung pada dukungan fasilitas operasional dan logistik yang memadai, baik dari internal TNI maupun koalisi multinasional,” tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan TNI ke Gaza. Sebanyak 8.000 personel akan dikerahkan dalam satu hingga dua bulan ke depan, dimulai dengan pengiriman tim advance untuk pemetaan wilayah, analisis risiko keamanan, dan koordinasi teknis dengan pasukan multinasional.
“Ya kita siap, kita siap (mengirim pasukan). Mungkin kelompok-kelompok advance mungkin tidak lamalah, mungkin 1-2 bulan ini juga,” ujar Presiden Prabowo seusai menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington, Kamis (19/02).
Selain itu, Indonesia diminta mengisi posisi strategis sebagai wakil komandan ISF. Presiden Prabowo menegaskan perwira terbaik TNI akan ditunjuk untuk mewakili Indonesia pada posisi krusial tersebut.
“Ya dipilih, kita cari yang bagus,” kata Prabowo. (beritasatu)
Editor: Agung Setiadi