Kota Tyre di Lebanon selatan saat ini diselimuti asap tebal dan debu akibat gelombang serangan udara Israel yang intens dalam beberapa hari terakhir.
Melansir dari kompas.com, Ledakan besar telah meratakan gedung-gedung bertingkat di pusat kota dan kawasan pelabuhan, meninggalkan kepulan asap hitam yang terlihat dari kejauhan.
Militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi penduduk Tyre untuk pindah ke utara Sungai Zahrani.
Serangan di wilayah sekitar Tyre, termasuk di Qana dan Maaroub, telah menewaskan sedikitnya 11 orang dalam 24 jam terakhir, termasuk warga sipil dan anak-anak.
Militer Israel saat ini tengah mengencarkan serangan darat di Lebanon selatan dengan target utama menciptakan zona penyangga yang masuk puluhan kilometer ke wilayah kedaulatan Lebanon.
Fokus pertempuran hari ini tertuju pada kota Bint Jbeil, sebuah titik strategis yang kini menjadi medan pertempuran. Israel mengklaim ratusan pejuang Hizbullah dilaporkan terjebak dalam pengepungan total oleh pasukan Israel.
Dalam serangan darat ini, menewaskan satu tenaga medis dari Palang Merah saat ia sedang bertugas. Hassan Badawi tewas pada hari Minggu waktu setempat saat merespons panggilan darurat di desa Beit Yahou, Lebanon selatan.
Meskipun protokol koordinasi dengan pasukan penjaga perdamaian United Nations telah dilakukan untuk memberitahu Israel mengenai lokasi ambulans, serangan tersebut tetap terjadi.
Badawi merupakan salah satu dari setidaknya 87 hingga 89 petugas medis yang telah tewas di Lebanon sejak konflik meningkat pada awal Maret 2026. (kompas)
Editor: Agung Setiadi