Aktivis Mahasiswa UGM yang Memilih Menjadi Prajurit TNI

Polhukam

PK. Yogyakarta.,—Menyikapi dinamika pro kontra tentang rencana Webinar yang gagal diselenggarakan oleh aktivis mahasiswa Fakultas Hukum UGM tentang pasal pemakzulan yang akhirnya merembet pada teror dan essensi realitas dan batasan kebebasan akademik masih hangat dipolemikkan hingga saat ini.

Namun selain cerita yang “seram” seperti itu ternyata masih banyak juga kisah menarik diseputaran kehidupan kampus UGM yang luput dari pemberitaan media hingga saat ini. Termasuk kisah yang satu ini.

Bertaburnya iming-iming gaji yang tinggi dan berbagai tawaran karir dunia bisnis sesudah merampungkan studinya saat itu tidak membuat seorang Esra K. Sembiring, perantau dari Pematang Siantar Sumut yang merupakan alumni Ilmu Politik Pemerintahan Fisipol UGM ini berubah pendirian. Ia tetap meneguhkan pilihan pengabdiannya untuk menjadi prajurit militer di TNI Angkatan Udara melalui jenjang Perwira Karir di tahun 1998. Yang saat ini populer dengan call sign KHARISMA 98.

Sejak mahasiswa ia memang sudah dikenal aktif di berbagai aktivitas organisasi kemahasiswaan sehingga akhirnya terpilih menjadi salah satu ketua senat mahasiswa UGM di tahun 1990 an. Dari tempaan dan pengalaman selama mengikuti kegiatan di organisasi kemahasiswaan UGM inilah semangat pengabdiannya kepada negara melalui karir di militer perlahan mulai terbentuk.

Secara umum, memang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ternyata saat ini sebagian mahasiswa kampus biru itu kini perannya sangat aktif mewarnai dinamika percaturan sosial politik nasional.

Beberapa nama diantaranya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Refly Harun, Anwar sanusi, Bambang Eka Cahya, Sri Nuryanti, Andi Arif, Priyo Budi Santoso, Muhaimin Iskandar, Ari Dwipa, Adita, Danang, Taufik Fachrudin, John Odius, Ismet, Salman, dan sederet nama populer lainnya. Semuanya mereka seakan kompak berlomba hadir memberi warna dan kesan tersendiri yang menjadi ciri khas alumni dari bulaksumur.

Kembali ke kisah awal, setelah dilantik menjadi perwira dengan pangkat Letnan dua pada tahun 1998, kemudian Esra K. Sembiring menikah dengan pilihan hatinya Meysabeth Sibarani, dan dianugerahi dua putra, Jeremy Reynara Binoto Persada Sembiring, dan Nicholas Amos Wiranata Sembiring, yang saat ini masing-masing sedang menempuh pendidikan di Akuntansi Trisakti Jakarta dan SMAK BPK 7 Penabur.

Hingga penugasannya di Lemhannas RI saat ini, ia sebelumnya berulangkali melanglangbuana ke berbagai daerah dan pelosok RI dalam rangkaian latihan kesiapan operasi militer maupun pengamanan wilayah terluar hingga ke kepulauan Selaru di Maluku Tenggara Barat yang sangat berdekatan dengan Australia.

Kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan Pasca Sarjana di STIA LAN jakarta dan UNHAN Bogor diselesaikannya dengan tepat waktu dengan nilai akademik yang membanggakan walaupun pada saat yang bersamaan ia tetap masih aktif dan menjalankan tugas utama prajurit TNI dibidang pertahanan negara. Pagi dinas, sore nya kuliah hingga semua S2 nya mampu diselesaikan dengan tuntas.

Berbekal pengetahuan dibidang politik pemerintahan membuatnya optmis dan yakin bahwa pilihannya menjadi militer merupakan pilihan yang tepat sehingga dapat secara langsung mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang adil dan makmur, yang Bhineka Tunggal Ika, dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Motivasi tanpa pamrih inilah yang membuatnya selalu berani tampil kritis dan tegas dalam bersikap terutama menghadapi segala bentuk agitasi / pemikiran individu maupun kelompok yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Demi Indonesia Bung !.
Pungkasnya, saat menutup wawancara di halim sore itu.

( Dodik )

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of