Kasrem 071/Wk Hadiri Upacara Hari Jadi Banyumas Ke-448

TNI AD

Purwokerto – Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., mewakili Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., menghadiri Upacara Hari Jadi Kabupaten Banyumas Ke-448, Jumat (22/2/2019) di Alun-alun Purwokerto, Banyumas.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein. Selaku pemimpin upacara, Camat Baturraden Budi Nugroho, peserta upacara terdiri dari TNI, Polisi, Satpol PP, Korpri, ASN, PGRI, OKP, Mahasiswa, Pelajar dan Pramuka.

Turut hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Banyumas beserta Forkopimda Banyumas, Pimpinan DPRD, Perwakilan Bupati Tetangga, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala SKPD, pimpinan organisasi politik, pimpinan organisasi masyarakat, tokoh Masyarakat dan undangan lainya.

Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein dalam sambutanya, mengajak segenap warga untuk mendo’akan arwah para pendiri Kabupaten Banyumas, para Mantan Bupati, dan para tokoh masyarakat yang telah berjasa membangun Kabupaten Banyumas, semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Melalui peringatan hari jadi Ke–448 Kabupaten Banyumas, saya berharap segenap warga masyarakat Kabupaten Banyumas bisa mengingat kembali pendiri Kabupaten Banyumas, Raden Djoko Kaiman, yang memiliki sifat dan watak berani mengambil risiko, tidak mementingkan dirinya sendiri, pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap, dan tanggon.” katanya

Untuk itu, Bupati mengajak untuk meneladani sikap dan watak Raden Djoko Kaiman, sehingga tumbuh rasa handarbeni, tresna serta bangga menjadi “Wong Banyumas” yang mempunyai sifat cablaka, jujur dan apa adanya, termasuk “Ora Isin Ngomong Banyumasan”.

Apabila hal itu bisa diwujudkan, Insya Allah akan tumbuh tekad dan semangat untuk membangun Kabupaten Banyumas yang kita cintai bersama. Dalam sambutan Bupati juga menyelipkan bahasa Banyumasan.

“Dina kiye, inyong Husein karo Pak Sadewo Tri Lastiono wis 152 dina mimpin Banyumas, kawit dilantik Gubernur Jawa Tengah atas nama Presiden Republik Indonesia pada 24 september 2018. dadi Bupati lan Wakil Bupati Banyumas masa jabatan taun 2018–2023″, katanya.

Baca Juga :  Semarak HUT TNI ke-74 di Tapal Batas NKRI, Profesional Kebanggaan Rakyat!

“Inyong karo Pak Dewo arep lewih mantepna program pamerentahan pro rakyat sing uwis tek lakoni karo Pak Budhi Setiawan sajerone taun 2013-2018, sing kasile wis katon lan dirasakna rakyat Banyumas, uga ora sethithik diakoni nang pamerentah provinsi Jawa Tengah uga Pamerentah Pusat”, lanjutnya.

Bupati menyampaikan secara ringkas visi misi Kabupaten Banyumas tahun 2018-2023 dengan “Menjadikan Banyumas yang maju, adil, makmur, dan mandiri”. Untuk mewujudkan visi tersebut misi adalah mewujudkan Banyumas sebagai barometer pelayanan publik dengan membangun sistem integritas birokrasi yang profesional, bersih, partisipatif, inovatif dan bermartabat, meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah berkualitas, berkeadilan dan berkelanjutan.

Kemudian mewujudkan Banyumas sebagai kabupaten pelopor kedaulatan pangan; menciptakan iklim investasi yang berorientasi perluasan kesempatan kerja yang berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar yang merata dan memadai sebagai daya ungkit pembangunan, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan industri kerakyatan, pariwisata dan industri kreatif berbasis sumber daya lokal; dan mewujudkan tatanan masyarakat yang berbudaya serta berkepribadian dengan menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan religius.

Dalam rangka mempercepat pencapaian visi misi, Bupati dan Wakil Bupati merencanakan program-program prioritas dengan “Hasta Krida” nya, yaitu Banyumas barometer pelayanan publik Jawa Tengah, pendidikan dan kesehatan, pengembangan agrobisnis unggulan, Banyumas pelopor kedaulatan pangan, memperluas minimal 20.000 kesempatan kerja, pembangunan infrastruktur merata dan memadai, menggerakan industri kerakyatan, pariwisata pedesaan, industri kreatif; dan gerakan memakmurkan tempat ibadah.

Usai upacara Bupati menyerahkan berbagai penghargaan untuk lembaga maupun perorangan yang berpresatasi, termasuk lembaga yang dapat mengumpulkan zakat terbanyak.(Kamsi Gautama)