Bekasi — Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4), melibatkan rangkaian KRL Commuter Line yang ditabrak oleh Kereta Api jarak jauh Argo Bromo.
Insiden ini menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka serta beberapa korban dilaporkan terhimpit di dalam gerbong akibat benturan keras.
Berdasarkan informasi di lapangan, tabrakan terjadi saat KRL berada di jalur stasiun. Dalam waktu bersamaan, KA Argo Bromo melintas dan terjadi benturan yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada beberapa rangkaian kereta.
Sejumlah penumpang panik dan berupaya menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya terjebak di dalam gerbong yang mengalami deformasi.
Merespons kejadian tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan kurang lebih 30 personel yang terdiri dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, serta tim khusus Basarnas Special Group (BSG).
Tim SAR gabungan saat ini tengah melakukan proses evakuasi terhadap korban yang terhimpit dengan menggunakan peralatan ekstrikasi guna mengeluarkan korban dari material kereta yang ringsek.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa seluruh personel dikerahkan secara maksimal untuk mempercepat proses penyelamatan.
“Tim SAR gabungan saat ini fokus pada upaya evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta. Kami menggunakan peralatan ekstrikasi untuk memastikan proses penyelamatan berjalan cepat namun tetap memperhatikan keselamatan korban dan petugas,” ujar Desiana.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan unsur terkait terus dilakukan guna mempercepat penanganan di lokasi kejadian.
“Kami mengoptimalkan sinergi dengan seluruh unsur SAR gabungan agar proses evakuasi dapat berjalan efektif. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan korban dan memberikan penanganan secepat mungkin,” tambahnya.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung, sementara para korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian agar tidak menghambat proses evakuasi yang sedang berlangsung.
Sumber : Basarnas Jakarta
