KOMANDAN LANAL DENPASAR HADIRI PEMBUKAAN LATIHAN SAR BERSAMA

KOMANDAN LANAL DENPASAR HADIRI PEMBUKAAN LATIHAN SAR BERSAMA

TNI AL

PK,.Denpasar, 28 Nopember 2018.Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, hadir dalam rangka acara pembukaan latihan SAR bersama antara Kantor SAR Denpasar dan Kantor SAR Mataram Dalam upaya menguji kesiapsiagaan serta mengukur respon time pergerakan personil beserta Alut di perbatasan wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, di Kantor SAR kelas I Denpasar Jalan Raya Uluwatu Jimbaran Badung Bali, Selasa (27/11/2018).

Didi Hamzar, S.Sos., M.M. selaku Direktur Kesiapsiagaan dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) membuka secara langsung kegiatan tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E. menyampaikan bahwa, gelar latihan merupakan perdana digelar di Bali, dan nantinya dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan operasi SAR di perbatasan wilayah kerja Kantor SAR di seluruh Indonesia. Untuk itu pihaknya telah mempersiapkan secara serius beberapa hal terkait pengerahan personil beserta Alut.

Kecelakaan penerbangan, pelayaran, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana pada tanggap darurat maupun kondisi yang membahayakan manusia di seluruh wilayah NKRI, pemerintah memberikan mandat kepada Kepala BASARNAS melalui Undang-Undang No. 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, selanjutnya BASARNAS bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Koordinasi secara berkelanjutan diharapkan dapat mewujudkan kesamaan pola pikir dan pola tindak pada pelaksanaan operasi SAR nantinya. Dengan demikian profesionalitas dan performance Basarnas bersama potensi SAR dapat menjawab tuntutan dari masyarakat, ungkap Gede Ardana.

Dalam sambutannya Direktur Kesiapsiagaan dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Didi Hamzar, S.Sos., M.M. menyinggung tentang 4 hal penting pada setiap pelaksanaan tugas yakni professional, mekanisme, peralatan memadai dan kekompakan.

“Bagaimana kita harus profesional, mendekatkan kepada tuntutan tugas yang ada, misalkan keterlibatan potensi SAR yang membantu tugas Basarnas dalam operasi SAR, harus didata personil yang memiliki keahlian khusus,” tuturnya.

Sebelum menutup sambutannya, Didi Hamzar mengutarakan harapannya, melalui latihan SAR bersama ini dapat mendukung terwujudnya  tagline baru bagi Pulau Seribu Pura ini “Bali Island of Safety First”, membudayakan faktor safety dalam keseharian.

Giat yang digelar pada penghujung tahun 2018 ini, turut melibatkan potensi SAR dari 41 Instansi, diantaranya dari Kodam IX Udayana, Pangkalan TNI AL Denpasar, Lanud Ngurah Rai, Pol Air Polda Bali, Sabhara Polda Bali, Angkasa Pura, Airnav, PT Pelindo III, ASDP Padangbai, BMKG, Otoritas Bandara Ngurah Rai, Kantor Navigasi Benoa, Polsek Kawasan Laut Benoa, dan instansi terkait lainnya. Lebih dari 137 orang berperan aktif mendukung terlaksananya latihan SAR bersama tesebut.