Masyarakat Demo Damai Tolak RDP MRP di Wilayah Adat Animha

Polhukam

MERAUKE— Rencana RDP (Rapat Dengar Pendapat) MRP (Majelis Rakyat Papua) di wilayah adat Animha mendapat penolakan dari masyarakat.

Demo penolakan berlangsung di Kota Merauke diikuti tokoh-tokoh masyarakat dari wilayah Kabupaten Boven Digoel, Mappi dan Asmat dan Merauke, Senin (16/11/2020).

Aksi demo damai di koordinir Hendrikus Dinaulik tokoh masyarakat Animha, bersama Koorlap Tarsis Rahailyaan.

Baca Juga :  Rumkitlap Kogabwilhan II Wisuda 73 Pasien Santri Ponpes Gontor Setelah Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Seratusan massa dengan menggunakan kendaraan pick up dan membawa pengeras suara serta bendera merah putih dan dua buah spanduk besar juga 11 buah pamphlet yang bertuliskan, “Kami Masyarakat Merauke Menolak RDP oleh MRP. NKRI Harga Mati”

Hendrikus Dinaulik pada kesempatan tersebut mengatakan, selaku perwakilan masyarakat Malind dengan tegas kami menolak MRP untuk melaksanakan RDPU di Wilayah tanah Malind Merauke.

“Ingat dan catat baik-baik, Otonomi khusus harus tetap dilanjutkan, karena sudah memberi manfaat bagi rakyat Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Tarsis Raheilyaan juga mengatakan bahwa, sebagai pemilik tanah Malind Merauke ini menolak dengan tegas MRP untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum di wilayah Animha.

Masa demo damai kemudian diterima Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE,M.Si, dan selanjutnya akan menyurati MRP terkait aspirasi tersebut.

Aksi demo dijaga oleh aparat Kepolisian dari Polres Merauke dengan menurunkan 150 personil. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup di dua titik, Tugu Libra dan Kantor Bupati Merauke.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of