Pencarian Korban Longsor Desa Bakan Dilakukan 24 Jam

Nasional

PK,.BAKAN – Upaya keras untuk dapat mengevakuasi korban penambang emas yang tertimbun longsor di Desa Bakan terus dilakukan Basarnas bersama tim gabungan lainnya. Alat berat yang dikerahkan bekerja selama 24 jam menggali timbunan material longsor. Begitu pun seluruh personil tim SAR gabungan tetap standby selama 24 jam dengan membagi tim menjadi dua shift. Masing-masing shift bekerja selama 6 jam.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama saat briefing sore (2/3) menyampaikan bahwa pembagian tim menjadi dua shift ini dirasa sangat penting agar seluruh personil tim gabungan dapat bekerja dan beristirahat secara optimal.

“Shift pertama dimulai pukul 16.00 – 22.00 WITA, shift kedua pukul 22.00 – 04.00 WITA begitu seterusnya dan mudah-mudahan hanya dua putaran saja”, ujar Jenderal Bintang Satu ini.

Budi menambahkan bahwa hal ini dilakukan berdasarkan pengalaman saat melakukan operasi pencarian dan pertolongan di Sukabumi akhir tahun lalu. Dimana unsur yang terlibat sangat banyak namun kurang efektif.

“Karena kalau kita banyak sama seperti pengalaman saya di Sukabumi potensi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat sangat banyak, seluruhnya bekerja pagi hungga sore hari, malam harinya tidur dan itu tidak efektif. Dari pengalaman itu saya bawa kesini dan kita bagi dua. Yang tidak bertugas silahkan memanfaatkan waktu luangnya untuk beristirahat agar stamina dan energi tidak terkuras. Mudah-mudahan bisa selesai dengan cepat”, pungkas Budi.