PENGARAHAN GUBERNUR AAL KEPADA TARUNA : “Menyiapkan Millennial Leadership bagi Taruna AAL”

TNI AL
Surabaya, 11 Februari 2019,-Sekitar 431 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat I, II, III dan tingkat IV pagi ini, Senin (11/02/2019), memenuhi ruangan gedung Maspardi, Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya dalam rangka untuk mendengarkan dan menyimak pengarahan yang disampaikan oleh Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. Pengarahan yang disampaikan oleh orang nomor satu dijajaran Akademi Angkatan Laut ini sekaligus sebagai entry briefing  kepada Taruna AAL sejak menjabat sebagai Gubernur AAL pada tanggal 6 Februari yang lalu. 
           
Dalam pengarahannya, Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. menyampaikan tema yakni “Menyiapkan Millennial Leadership  bagi Taruna AAL”. Menurut Gubernur AAL, kepemimpinan era milenial berorientasi pada masa depan dengan menetapkan sasaran melalui visi dan misi yang jelas dengan menentukan arah, motivasi dan mendukung pencapaiannya. Sedangkan hal yang perlu diperhatikan dalam membangun kepemimpinan pada generasi milenial yaitu mengerti dan memahami visi kebangsaan serta karakter bangsa, berfikir strategis dan bertindak taktis serta dapat menyikapi tantangan globalisasi.
 
“Kepemimpinan dalam lingkup militer, keberhasilan dalam mencapai tujuan dan tugas pokok sangat ditentukan oleh leadership dari Komandan atau Kasatker”, tegas Gubernur AAL. Sedangkan kapasitas kepemimpinan terdiri dari tiga elemen yaitu pengetahuan, keterampilan dan karakter, lanjutnya.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur AAL menurunkan prinsipnya kepada para Taruna, saat dirinya menempuh pendidikan Taruna AAL saat itu, yaitu tidak ada rintangan yang tidak bisa dihadapi karena ilmu yang dipelajari di Akademi Angkatan Laut ini adalah ilmu kasat mata dan telah terukur. “Oleh karena itu kalau kita mau, kita pasti bisa”, tegas Gubernur AAL dihadapan para Taruna. Selain itu Gubernur AAL berpesan kepada para Taruna untuk selalu bersyukur, disiplin dan dapat mengendalikan diri serta harus mampu melawan ketidakpercayaan diri dan harus mampu melawan keinginan-keinginan yang tidak seharusnya dilakukan.
 
Dalam acara tersebut Gubernur AAL memberikan buku-buku tentang kepemimpinan tokoh dunia dan mengadakan sesi tanya jawab bagi Taruna AAL.