Pos Kalan Satgas Yonif 713/ST Merupakan Nadi Dan Urat Satuan

TNI AD

PK,.PAPUA,.—Sebuah pertempuran di medan tugas tentu tidak akan dapat sukses atau tidak akan dapat memenangkan pertempuran tanpa adanya beberapa faktor pendukung diantaranya dari personel lapangan maupun personel staf. Tanpa adanya kerjasama itu semua tidak akan dapat mencapai keberhasilan, Pos Kalan sendiri merupakan Pos Perwakilan Pangkalan memiliki semboyan “Nadi dan Urat Satuan” yang berarti tanpa adanya Nadi dan Urat tentu sebuah satuan penugasan tidak dapat beroperasi atau bertempur karena sebuah pertempuran tentunya membutuhkan diantaranya yaitu dorongan logistik.

Seperti halnya yang dilaksanakan Pos Kalan dengan menggunakan Helly  dalam rangka untuk memberikan dorongan logistik yang berangkat dari Base Ops Sentani menuju ke Pos Bewan Lama (Pos jajaran udara) Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Jum’at (28/02/2020).

Usai melaksanakan Apel Pagi Perwira Seksi Administrad dan Logistik (Pasi Minlog) Satgas Yonif 713/Satya Tama Lettu Inf Hanif P, S.T.Han berangkat menuju Bandara Base Ops Sentani Silas Papare di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura untuk melaksanakan pendorongan logistik ke Pos Bewan Lama.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan logistik para prajurit yang berada di pos jajaran udara dikarenakan jalan menuju pos tersebut hanya dapat dilalui dengan menggunakan perjalanan udara yaitu helikopter. Kegiatan dorongan logistik tersebut dilaksanakan dengan menggunakan Helikopter milik Penerbad (Penerbang Angkatan Darat) yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan dipimpin secara langsung oleh Pasiminlog Satgas beserta satu tim personel Kalan.

Hanif menuturkan bahwa jarak yang ditempuh setiap kali Dorlog tidaklah mudah, selain jarak yang jauh dan juga kapasitas transportasi udara juga terbatas dalam sekali pengangkutan yaitu dibatasi maksimal 500 Kg dalam sekali berangkat. “Dorlog ke pos jajaran udara yaitu di Pos Bewan Lama dapat ditempuh kurang lebih 2 jam sehingga kesiapan pesawat sangatlah diutamakan”, ungkapnya.

Baca Juga :  Program Non Fisik Satgas TMMD Kodim 1711 Gandeng FKUB Boven Digoel

Dengan kondisi seperti inilah yang menyebabkan dorongan logistik ke Pos Bewan Lama harus menggunakan jalur udara, terlebih belum gangguan dari pihak lawan yang sering kali dan kapan saja dapat mengganggu pada saat kegiatan Dorlog.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dansatgas Yonif 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.l.Pol bahwa untuk dapat menuju ke Pos Bewan Lama terdapat banyak sekali rintangan yang memungkinkan Dorlog harus menggunakan jalur udara dan juga melalui jalur udarapun harus selalu berhati-hati dan waspada “Jalur yang ditempuhpun tak mudah, helikopter harus melewati banyaknya pegunungan dan juga harus menghadapi cuaca yang tidak menentu oleh karena itu butuh keahlian dan kejelian dari sang pilot”, tegasnya.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of