Prajurit Paskhas Se-Aceh Laksanakan Terjun Penyegaran

TNI AU

PK,.ACEH,.Menjadi agenda kegiatan tahunan, prajurit Paskhas se-Aceh melaksanakan terjun penyegaran (Junggar) baik terjun statik maupun free fall di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Jumat (8/2). Ratusan penerjun yang terdiri dari prajurit Kipan B Yonko 469 Paskhas Lhokseumawe, Kipan C Yonko 469 Paskhas Banda Aceh dan atlet free fall TNI Angkatan Udara dimana 16 diantaranya merupakan Wanita TNI Angkatan Udara (Wara), sejak pagi hari sudah mempersiapkan perlengkapan, fisik dan mental di apron Lanud Sultan Iskandar Muda.

Menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, satu-persatu penerjun memasuki pesawat dan mengudara hingga ketinggian 1200 feet kemudian dilaksanakan terjun statik sebanyak 2 run. Setelah itu, pada ketinggian 8000 feet dilaksanakan free fall sebanyak 2 run. Menurut Danyon 469 Paskhas Medan Letkol Pas J. Sitinjak, kegiatan ini sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kemampuan, kualitas dan profesionalisme prajurit Paskhas.

“Dinamakan terjun penyegaran, karena diharapkan melalui kegiatan ini setiap prajurit mampu me-refresh ataupun mengingat kembali teori dan praktek penerjunan sehingga membentuk prajurit profesional yang selalu siap sedia setiap saat jika dibutuhkan,” ujarnya sekaligus dalam rangka mencetak atlet-atlet free fall agar kedepannya mampu berprestasi dan membanggakan TNI Angkatan Udara secara khusus, dan pada umumnya Indonesia baik dalam kancah Nasional maupun Internasional.

Hal yang menarik dari terjun penyegaran kali ini, ada sebanyak 16 Wara yang ikut dan baru saja menyelesaikan pendidikan free fall selama 3 bulan di Pusdiklat Paskhas Bandung, salah satu diantaranya Serda Cut Anzela Ramadayanti yang berdinas di Makorpaskhasau. Menurutnya, menjadi salah satu penerjun free fall adalah sebuah kebanggaan dan kesempatan berharga untuk berprestasi dalam olahraga kedirgantaraan.

“Pertama kali terjun, terasa takut yang luar biasa, namun seiring berjalannya waktu saya sangat menikmati free fall ini,” ucap wanita berdarah Aceh ini. Bersama 15 penerjun Wara lainnya, Serda Cut Anzela mengikuti setiap tahap persiapan penerjunan dan hingga saat ini telah mengantongi 40 kali penerjunan yang dilakukan di Bandung, Pekanbaru, Pontianak, Medan dan Aceh.

Saat ditemui di apron, Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., mengatakan terjun penyegaran sebagai bentuk pembinaan prajurit untuk menjaga, mempersiapkan dan membentuk mental serta fisik yang baik. “Lanud Sultan Iskandar Muda sangat mendukung kegiatan ini, baik dari operasional penerbangan, kesiapaan tenaga medis, dukungan transportasi dan lain sebagainya yang bekerja sama dengan Kipan C Yonko 469 Paskhas dan Bandara SIM,” ujarnya.

Junggar ini, lanjutnya, juga menjadi daya tarik masyarakat Aceh, khususnya para pelajar baik TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi untuk hadir menyaksikan kemampuan prajurit Paskhas TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, kesempatan ini dipergunakan untuk mengundang masyarakat agar dapat lebih dekat atau melihat secara langsung terjun penyegaran yang terlaksana di Lanud Sultan Iskandar Muda. “Ajang promosi TNI Angkatan Udara ke masyarakat sehingga mereka lebih mengenal, lebih dekat dan mampu meningkatkan kemanunggalan TNI Rakyat di Aceh ini,” katanya seraya mengingatkan bahwa penerjunan ini juga dilaksanakan pada malam hari.

Usai kegiatan terjun penyegaran, masyarakat yang hadir mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama para penerjun, bersalaman dan saling berbincang-bincang serta tak lupa untuk memasuki alutsista TNI yang telah berada di apron Lanud Sultan Iskandar Muda yaitu pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dan Helly Bell TNI Angkatan Darat.