“Prestasi Terbaik Perwira TNI AU Diberikan Kepada Masyarakat Papua Oleh Mayor Adm Yogie Azhar”

TNI AU

PK BIAK NUMFOR. Mungkin Anda tidak berpikir menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersamaan dengan profesi menjadi seorang Dalang. Namun, Letnan Kolonel (Pnb) Urip Widodo membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi Perwira Penerbang Herkules sekaligus menjadi seorang Dalang Wayang Kulit yang menurut kebanyakan orang mungkin dianggap warisan budaya/seni yang membosankan atau kuno serta jarang peminatnya di era saat ini.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Letkol Penerbang Urip Widodo sebagai “Perwira TNI AU yang mampu menampilkan profesi seorang Dalang dalam Pagelaran Wayang Kulit Nonstop 1 x 24 jam yang seluruh pelakunya dari anggota TNI AU”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri MURI Bapak Jaya Suprana di Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jumat (21/7/2017) Siang.

Letkol penerbang urip mengatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan profesinya selain sebagai Pilot TNI AU juga sebagai Dalang dimana diidentikkan dengan budaya kuno dimana hal itu berbarengan bersama profesinya sebagai perwira TNI yang identik dengan peperangan.

“Kami siap terbang dan perang tapi kami juga siap Ndalang untuk menghibur masyarakat melalui seni wayang kulit yang kata orang merupakan budaya kuno ini,” ujar Urip Widodo yang merupakan alumni Akabri udara tahun 2000.

Lebih lanjut, menurut Penerbang TNI AU asal kota Jakarta yang kini berdinas aktif sebagai Pabandyalat Sops Komando Operasi TNI AU III Biak, apa yang sudah dilakukannya ini merupakan bentuk kecintaannya terhadap seni dan budaya bangsa Indonesia yang kata orang banyak sudah kuno dan hampir punah. “Cinta pertama saya adalah pada seni dan budaya asli negeri Indonesia.

Cinta budaya dan seni negara sendiri adalah suatu bakti kepada bangsa dan agama serta itu lah yang sebetulnya harus kita ingin pertahankan dan kita lestarikan budaya seni dalang dan wayang kulit tersebut agar tidak punah dan diklaim menjadi seni budaya negara asing. Kalo saya boleh jujur, saat ini sebenarnya sudah banyak bermunculan Dalang-dalang dari negara kangguru, negara amerika serta eropa. Masak seni wayang kulit akan menjadi budaya asing bagi kita sendiri yang notabene kita generasi muda Indonesia?” tungkasnya seraya menggerakan wayang kulit kecintaannya di kamar messnya yang penuh dengan Peti yang berisi Ratusan Wayang Kulit dari berbagai tokoh pewayangan.

Prestasi kerja yang baik dan kecintaan terhadap budaya daerah juga muncul dari Perwira TNI AU Lulusan Akabri Udara tahun 2000 asal tanah padang, yang sekarang berdinas sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Manuhua Biak, Mayor Administrasi Yogie Azhar Koto. Selama kurang lebih empat tahun berdinas di pulau Biak banyak hal yang sudah dikerjakan oleh perwira yang saat Upacara 17 agustus 2018 di istana jakarta beberapa saat lalu ditunjuk sebagai koordinator kesenian tari adat papua.

“Saya Salut dengan Letkol Pnb Urip bro, Memangnya Kalo bukan kita generasi muda ini, siapa lagi yang akan melestarikan budaya, seni dan adat daerah papua? Saya yang bukan orang asli papua saja sangat ingin memajukan daerah papua ini yang sebenarnya kaya budaya dan adat-adat yang bisa mendongkrak dikembangkannya sektor pariwisata di pulau Biak ini khususnya,” jelas Yogie yang juga bisa memainkan segala alat musik tradisional dan alat musik masa kini.

Meski mengaku sempat frustasi selama empat tahun saat diberikan penugasan sebagai kadispers Lanud Manuhua Biak ini, namun sekarang dirinya mengaku bangga atas penugasan itu, dan dapat menyumbangkan tenaga,pikiran dan talentanya buat perkembangan budaya, adat serta seni asli papua.

“Ternyata budaya, seni dan adat papua serta keindahan alam papua ini tidak kalah dengan Hawai, Bodoh kali kalo personel TNI dipindahkan ke papua dari jawa untuk berdinas kebanyakan mengeluh dan patah semangat. Marilah kita gali potensi diri kita, talenta kita, pasti ada bagian diri kita yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, keluarga bahkan bermanfaat bagi bangsa dan negara tercinta ini,” tambah yogie saat di konfirmasi media saat dirinya ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pemecahan Rekor Dunia Senam Gemu Famire yang dilaksanakan di Lapangan Cendrawasih Biak, Selasa (4/9/2018) pagi.

Seiring berjalannya waktu, 2 pria TNI AU yang berdinas di pulau Biak ini sadar bahwa tugas di TNI AU tidak cukup hanya dengan pengabdian saja ke dalam tubuh TNI AU sendiri, Namun Perwira-perwira TNI AU berprestasi ini mengaku akan berbuat sesuatu untuk masyarakat dan bangsa Indonesia serta minimal menyiapkan generasi muda yang dibutuhkan TNI ke depan.

“Apa yang sudah dilakukan perwira-perwira muda ini di luar profesinya sebagai Perwira TNI AU, sangat perlu mendapat apresiasi dan acungan jempol serta patut menjadi suri tauladan bagi personel TNI lainnya.” Jelas Media Center Kosekhanudnas IV Biak, Mayor Lek Joko Dwi Maryanto ST MM. Sudah selayaknya jika perjuangan dan pengabdian yang dilakukan Perwira TNI AU berprestasi tersebut mendapatkan apresiasi penuh dari pimpinan atau pemerintah untuk lebih bisa mengembangkan diri dan prestasinya kepada masyarakat luas selain di pulau papua, tambahnya. (Red/JDM).