Satgas Pamtas RI-PNG Wajib Menjaga Kehormatan Satuan

TNI AD

PK,.Abepura –Pengamanan wilayah perbatasan RI-PNG merupakan salah satu tugas yang cukup berat, mengingat wilayah perbatasan tersebut memiliki banyak kerawanan yang harus diantisipasi, seperti praktek illegal logging, illegal mining, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, penyelundupan miras, dan narkoba.

Dengan banyaknya kerawanan tersebut, Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 172/PWY menekankan kepada seluruh prajurit satgas pamtas RI-PNG agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, satuan dan nama baik TNI di masyarakat.

“Kasus yang sering terjadi di daerah perbatasan saat ini seperti penyelundupan narkoba dan miras. Dua hal tersebut menjadi primadona karena hasil yang diperoleh begitu besar. Sehingga banyak oknum-oknum yang bermain di situ”, ujar Danrem dalam arahannya kepada 1.350 orang prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon 328 Kostrad,

Batalyon 126/KC dan Batalyon 725/WRG di lapangan IPDN Kampus Papua, Abepura, Jayapura, Senin (19/11).

Hal ini menjadi penekanan khusus bagi setiap prajurit satgas pamtas untuk tidak tergiur dan ikut menjadi penyalur dan pemasok barang haram tersebut baik dari PNG ke Indonesia maupun sebaliknya. “Jika muncul niat untuk melakukan pelanggaran maka ingatlah keluarga yang sedang menunggu kepulangan kalian di home base, ingat nama baik dan kehormatan satuan kalian serta jangan mau menjadi perusak nama baik TNI di masyarakat”, tegasnya.

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan penugasan ini adalah mampu mengambil hati rakyat. “Ingat, selain melaksanakan tugas operasi, kita juga melaksanakan tugas penting yaitu tugas teritorial. Berusahalah membangun daerah tempat tugas kalian masing-masing dengan terus berinovasi dan berkreasi”, ujarnya.

Satgas-satgas terdahulu telah banyak berbuat dengan berbagai inovasi dan kreasi mereka sehingga dapat dirasakan dan sangat berkesan hingga saat ini. “Tanpa ada pelanggaran mereka dapat merebut hati masyarakat, jadikan hal tersebut acuan, minimal seperti itu, buatlah hal yang berkesan selama penugasan kalian”, kata Danrem.